Mata memiliki beberapa komponen utama agar bisa melihat dengan baik, salah satunya adalah system optik mata yang terdiri dari kornea dan lensa. Keduanya bersinergi untuk membuat cahaya masuk terfokus membentuk gambar yang sempurna di retina. Kornea seharusnya memiliki bentuk cembungan yang sempurna menyerupai lengkungan pada bola, namun pada mata silinder, kornea memiliki ketidaksempurnaan bentuk, pada mata silinder, cembungan bola mata menyerupai bola rugby. Ketidak sempurnaan cembungan lensa bola mata ini menyebabkan mata silinder.

Gejala yang paling umum yang dirasakan penderita mata silinder adalah penglihatan kabur atau berbayang, penderita jadi sering memicingkan mata ketika melihat jauh maupun dekat. Terkadang sering merasa sakit kepala, mata tegang dan lelah setelah membaca atau memakai computer. Jika Sahabat Mata memiliki silinder yang ringan, hal tersebut diatas mungkin tidak terjadi secara signifikan.

Selain kelainan bentuk cembungan lensa mata, ada juga beberapa hal lain yang bisa menyebabkan mata silinder, yaitu;

  • Pembengkakan, penipisan atau perubahan pada kornea
  • Pernah melakukan operasi pada mata yang menyebabkan adanya perubahan kornea
  • Infeksi yang mengakibatkan jaringan parut pada kornea
  • Kondisi yang mempengaruhi kelopak mata sehingga membuat kornea terganggu

Cara-cara yang bisa dilakukan dalam rangka memperbaiki penglihatan yang terganggu akibat mata silinder antara lain:

  • Menggunakan kacamata
  • Menggunakan lensa kontak
  • Operasi LASIK
  • Photorefractive keratectomy (PRK)

Prosedur PRK ini jarang digunakan setelah operasi LASIK dan LASEK ditemukan

Jika terkena mata silinder dan ingin memperbaikinya, konsultasikan dengan dokter dahulu ya Sahabat Mata,  untuk menentukan prosedur mana yang sesuai dengan kondisi mata Anda.