Kesehatan mata adalah hal yang penting untuk diperhatikan terutama karena mata adalah salah satu indera utama yang dimiliki manusia. Mitos adalah pendapat yang terlanjur dipercayai walau tanpa adanya pembuktian lanjut. Beberapa mitos tentang hal-hal pemicu penyakit mata yang terlanjur berkembang di pola pikir masyarakat membuat gejala salah kaprah. Mari pilah mana yang sekedar cerita dan mana yang merupakan berita.

• Duduk terlalu dekat dengan televisi menyebabkan sakit mata.
Penggalan kalimat ini sebenarnya hanya mitos belaka. Faktanya, duduk terlampau dekat dengan televisi hanya akan mengakibatkan sakit kepala tidak sampai merusak daya penglihatan.

• Membaca di tempat yang gelap berakibat melemahkan daya penglihatan.
Penurunan kualitas penglihatan akibat memaksa membaca di tempat yang gelap hanyalah cerita mitos. Mata yang dipaksakan kinerjanya hanya akan berefek cepat lelah. Membaca dengan minim cahaya membuat segala instrument mata bekerja ekstra demi menghasilkan sebuah visualisasi.

• Menggunakan kacamata atau lensa kontak justru memperparah kerusakan dan membuat ketergantungan.
Tidak ada bukti nyata merujuk pada cerita ketergantungan sebab kontak lensa ataupun kacamata. Fungsi alat bantu lihat sebenarnya hanya untuk mengoreksi fokus sinar cahaya yang memasuki mata, sehingga cahaya tersebut jatuh tepat di retina. Kenyataannya, kekuatan fokus mata mengalami perubahan sepanjang kita hidup.

• Tidak ada yang dapat dilakukan untuk mencegah hilangnya penglihatan.
Sesungguhnya sebagian besar kasus kebutaan dapat diobati. Kewaspadaan individu terhadap kesehatan mata merupakan langkah awal pencegahan kebutaan. Sedari dini dianjurkan untuk menemui ahli mata ketika kita mengalami penurunan kualitas penglihatan seperti rabun, pandangan berkabut atau seakan ada kilatan cahaya yang mengganggu penglihatan.