Bukan hanya pada saat setelah menangis atau sembab, kantung mata kita baru terlihat, lingkaran hitam pada mata juga kerap terjadi justru pada area kantung mata tersebut. Nah apa sih sebenarnya kantung mata tersebut?

“Lingkaran hitam” atau “kantung di bawah mata” tentu saja bukan istilah klinis dan dapat merujuk pada sebuah fenomena dengan jangkauan luas yang menghasilkan sebuah tampilan serupa. Istilah klinisnya adalah “hipermegtasi periorbital” atau POH, dan karena itu secara historis tidak menjadi prioritas bagi para peneliti ilmu penyakit kulit, tidak banyak yang mengetahui tentang hal itu.
Apa yang kita ketahui adalah bahwa kulit yang berada di bawah kulit secara khusus lebih tipis, yang membuatnya lebih transparan. Itu yang membuat pembuluh darah utama lebih menonjol, yang dapat membuat kulit lebih hitam.

Para ahli kulit juga dapat menggunakan warna untuk mengidentifikasi penyebab kantung hitam pada mata . Jika itu mucul warna biru, merah muda atau ungu, diduga terjadi pewarnaan itu berasal dari pembuluh darah. Jika tampak coklat, diperkirakan bahwa itu akibat kelebihan melanin pada kulit, mungkin yang paling jarang menjadi penyebab dari lingkaran hitam. Penjelasan yang paling umum untuk tampilan lingkaran biru di bawa mata kita adalah struktur, lebih karena berkurangnya lemak di bawah kulit yang terjadi akibat usia. Dan bahwa, dia mengatakan, ini seringkali membuat orang yang memiliki kantung di bawah mata tampak lelah.
Penyebab lain, diperkirakan bahwa paparan radiasi ultraviolet memperparah POH, seperti bisa juga karena stres, alkohol dan merokok. Walaupun memang kantung mata tidak memiliki dampak buruk seperti misalnya pada kesehatan, namun dampak tersebut mungkin dapat berpengaruh secara psikis terhadap orang yang mengalaminya, seperti terlihat lelah atau kerap dianggap kurang tidur.