Mata kedutan, yang dalam bahasa medisnya disebut blefarospasme, adalah gerakan berulang kelopak mata bagian atas yang terjadi secara spontan dan tiba-tiba. Kedutan mata tidak terasa sakit dan dapat hilang dengan sendirinya namun kita tak dapat mengetahui kapan saja kedutan ini datang menghampiri. Gerakan ini terjadi setidaknya beberapa detik sekali dan berlangsung selama kurang lebih 1-2 menit. Gerakan yang terjadi pada otot mata ini biasanya terjadi pada kedua mata. Kedutan sebenarnya tidak terasa menyakitkan dan dapat hilang dengan sendirinya, namun dapat juga terasa mengganggu dan dapat datang dan pergi selama berhari-hari, bahkan berbulan-bulan. Sebelumnya mari kita kenali beberapa jenis kedutan mata dibawah ini.

➢ Kedutan Minor

Kedutan jenis ini umumnya tidak terasa nyeri dan berbahaya, terkait dengan pola hidup kedutan muncul ketika tubuh sedang kelelahan, stres dan banyak mengonsumsi minuman berkafein atau soda ataupun disebabkaniritasi pada lapisan kornea mata

➢ Kedutan Esensial Jinak

Jenis blefarospasme ini selain dipicu oleh seringnya mengonsumsi minuman berkafein, stress, dan kelelahan juga dipengaruhi polusi udara dan cuaca. Kondisi ini lebih dialami wanita dibandingkan pria.

➢ Hemificial Spasm (Kejang di Wajah)

Jika dibandingkan dengan kedua kondisi diatas, kejang di wajah ini terbilang jarang sekali terjadi. Gangguan ini disebabkan oleh arteri pada syaraf yang melibatkan bagian lain dari otot wajah seperti mulut.

Pada kondisi ini mata kedutan dapat menjadi pertanda gejala terganggunya syaraf dan otak yang juga disertai gejala lainnya. Jenis penyakit yang menyerang syaraf ini antara lain seperti Bell’s Passy atau lumpuhnya salah satu bagian wajah, Distonia atau kondisi kejang otot yang tak terduga dan membuat anggota tubuh terpelintir, Parkinson yang menyebabkan anggota tubuh bergetar dan gangguan keseimbangan, serta penyakit syaraf lainnya.

Jika kedutan pada mata menjadi pertanda terjadinya gangguan syaraf maupun otak, maka jauh lebih baik dikonsultasikan ke dokter spesialis.