Pemakaian lensa kontak guna mengoreksi gangguan ketajaman penglihatan baik rabun dekat, rabun jauh maupun silinder dewasa ini semakin populer dikarenakan sifatnya yang mempu menyesuaikan dengan berbagai bentuk mata, nyaman dipakai lantaran menempel ditempatnya dengan baik.
Bagi yang memiliki pola hidup aktif dalam kesehariannya lensa kontak tentu menjadi pilihan utama menggantikan fungsi kacamata yang kurang praktis membuat mata lelah jika terlalu lama dikenakan.

Ragam alasan yang mendasari seseorang menggunakan lensa kontak tentu juga harus disertai dengan aturan dalam pemakaiannya. Aturan yang paling kerap diabaikan oleh para penggunanya adalah malas atau lupa melepas lensa kontak di waktu yang tidak dianjurkan seperti saat istirahat malam hari.

Umumnya alasan dari penggunanya adalah malas melepasnya lantaran merasa repot saat harus kembali memasangnya esok pagi, jika hal ini sering dilakukan dapat meningkatkan risiko orang tersebut terinfeksi Keratitis.

Keratitis merupakan radang yang hinggap pada kornea mata tempat lensa kontak diposisikan. Laisan jernih ini berperan penting terkait ketajaman penglihatan. Peradangan ini sering diderita oleh pengguna lensa kontak yang lalai dalam merawat alat optik tersebut seperti membersihkannya dengan disinfektan sehingga mudah dijangkiti kuman dan parasit jenis akantamuba.

Radang Keratitis dapat diketahui dari gejala yang dialami layaknya terlihat kemerahan dan nyeri pada mata, kaburnya penglihatan, mata berair secara terus menerus, terasa silau saat terkena cahaya, dan mata mengeluarkan banyak kotoran.

Ketika seseorang jarang melepas lensa kontaknya sudah pasti frekuensi membersihkannya berkurang sehingga risiko keratitis semakin meningkat. Keratitis tidak dapat disepelekan begitu saja jika sudah menjangkit pada mata karena merupakan salah satu infeksi berat dan menyebabkan keusakan penglihatan permanen.

Selain risiko peradangan mata lensa kontak juga dapat membuat mata kering, oleh karena itu dibutuhkan kelembaban yang cukup sepanjang waktu agar dapat berfungsi optimal dengan cara melepaskan dan membersihkannya menggunakan lubrikan khusus sesuai anjuran dokter spesialis mata.