Air mata terbuat dari air, minyak, lendir, antibodi, dan protein khusus, yang memiliki peranan penting untuk mata. Air dan minyak memberikan kelembaban dan pelumas, sementara lendir, antibodi, dan protein mencegah infeksi. Semua zat ini dikeluarkan oleh kelenjar khusus di sekitar mata. Namun, beberapa hal dapat menyebabkan ketidakseimbangan pada sistem air mata, sehingga pasokan air mata tidak cukup.

Ketika cairan pada mata kurang sehingga menyebabkan sensasi (pada orang tertentu berbeda-beda) kekeringan, gatal dan seperti terbakar, nah Sahabat Mata, bisa jadi itu adalah kecenderungan mata kering.

Jika hal ini dialami olehmu atau kerabatmu, maka lekaslah mendiagnosa mata kering tersebut, pemeriksaan penyakit mata ini dapat dilakukan oleh dokter spesialis mata dengan melihat tanda-tanda yang terlihat pada mata, serta gejala yang dirasakan oleh penderita. Selain dengan pemeriksaan biasa, kadang-kadang dokter juga membutuhkan teknik pemeriksaan khusus untuk memperkuat analisis.

Salah satu jenis tes untuk menentukan pasien terkena penyakit ini atau tidak adalah Schirmer’s test. Melalui tes ini dokter akan mengukur tingkat kekeringan pada mata dengan cara menempelkan potongan kertas khusus yang dapat menyerap cairan di kelopak mata bagian bawah selama 5 menit. Jika dalam waktu tersebut panjang area yang basah pada kertas hanya kurang dari 10 milimeter, berarti pasien mengalami penyakit ini.

Untuk mengetahui seberapa cepat air mata mengering, dokter dapat melakukan tes yang disebut Fluorescein dye test. Tes yang di dalamnya dibantu dengan cairan pewarna khusus berwarna kuning dan jingga ini juga bisa digunakan untuk mendeteksi adanya kerusakan pada permukaan mata.
Selain dengan Fluorescein dye test, kerusakan pada permukaan mata juga bisa dideteksi dengan Lissamne green test.