Mata minus merupakan suatu kondisi dimana mata memiliki kemampuan melihat objek yang dekat, namun kabur dan kehilangan fokus jika melihat objek yang berada jauh dari mata.

Umunya, miopia atau mata minus terjadi karena adanya proses pemanjangan terutama pada sumbu bola mata, hal inilah yang membuat mata berbentuk bulat telur atau oval. Proses pemanjangan sumbu ini membuat media refraktif sulit untuk mengarahkan fokus berkas cahaya. Seiring dengan pemanjangan sumbu bola mata, maka derajat miopia juga turut bertambah.

Gejala mata minus cukup beragam, beberapa gejala yang dapat dengan mudah diidentifikasi adaah seperti kepala terasa nyeri berdenyut terutama di bagian depan, bola mata terasa perih serta berat, muncul air mata yang meleleh berlebihan. Kondisi ini umumnya cenderung membaik bila mata diistirahatkan atau ditangani dengan minum obat pereda nyeri. namun sering kali kambuh beberapa saat kemudian dan memicu timbulnya hal yang sama.

Untuk seorang yang menderita mata minus, pada saat melihat benda atau objek yang letaknya jauh, bayangan objek akan jatuh di depan retina sehingga hal ini mengurangi tingkat kecembungan lensa.

Perubahan tingkat kecembungan mata ini dinamakan kapabilitas akomodasi mata. Mata yang melakukan proses akomodasi secara terus-menerus dalam waktu yang relatif lama akan memicu kelelahan. Nah, kondisi kelelahan mata seperti ini yang akhirnya memicu nyeri kepala serta munculnya nyeri pada mata. Namu jangan khawatir Sahabat Mata, jika masih dalam taraf awal, mata minus dapat disembuhkan dengan banyak mengkonsumsi makanan bervitamin A, memeperbaiki kebiasaan sehari-hari dan jangan lupa untuk konsultasi dengan dokter mata.